KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

Pengembangan Energi Panas Bumi Terhambat Regulasi

Jakartakita.com – Meskipun memiliki potensi energi panasbumi (geothermal) yang besar, pemanfaatannya di Indonesia masih rendah.

Hal ini dibenarkanPresiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar dalamsebuah acara diskusi dengan media di Jakarta, Selasa (22/10).

Diungkapkan, di antarasekian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dibangun, produksilistrik geothermal Pertamina masih kecil. Saat ini, perusahaan milik swastayang mendominasi produksi listrik geothermal.

“Posisi BUMN hanyamemiliki porsi 38 persen. Sedangkan sisanya dikuasai oleh asing atau swastadomestik. Padahal panas bumi ini menjadi energi masa depan yang perlu kitadorong optimalisasi penggunaannya,” ujar Arie.

Sementara itu, KetuaUmum Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energi Jakarta, Bagus Bramantiomengatakan, pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Indonesia terkendalaPeraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 50 Tahun2017 tentang pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk penyediaan tenagalistrik. Permen tersebut membatasi harga jual energi geothermal.

Menurutnya, harga juallistrik geothermal yang bersumber dari PLTP dibatasi 7,89 sen per kwh. Hargajual tersebut tidak sesuai dengan harga keekonomian.

Oleh sebab itu,kebijakan harga jual listrik geothermal harus didukung oleh pemerintah agar PLNmau membeli listrik geothermal minimal 11 sen per kwh. Jika pemerintah tidakmendukung, sulit mencapai target bauran energi nasional khususnya dari panasbumi. Sebab investor tidak ada yang mau membangun PLTP.

 

Sumber: https://jakartakita.com/2019/10/22/pengembangan-energi-panas-bumi-terhambat-regulasi/

31-Oct-2019 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >

Selamat Datang

website ini telah dikunjungi

1228

kali