KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

FSPPB KLAIM PENGEMBANGAN PANAS BUMI TERKENDALA RENDAHNYA HARGA BPP

Jakarta, MinergyNews– Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu(FSPPB), Arie Gumilar menyatakan bahwa, hingga saat ini pengembangan geothermalatau panas bumi selama ini masih terkendala persoalan rendahnya harga BiayaPokok Produksi (BPP) dari geothermal yang dipatok Pemerintah.

Arie menuturkan, ego sektoral antar kementerian pun disinyalir menjadipenyebab tidak serempaknya langkah Pemerintah terhadap pengembangan panas bumi.

Padahal, menurut Arie, potensi panas bumi di Indonesia sangat besarsekitar 29 Gigawatt (GW). Namun yang sudah dimanfaatkan masih minim sekali,hanya sekitar 7% dari total potensi yang ada.

“Indonesia sendiri merupakan negara dengan potensi panas bumi terbesar didunia yaitu menguasai sekitar 40% sumber panas bumi dunia. Panas bumi inimerupakan energi masa depan,” ujarnya dalam temu media di Restoran BebekBengil, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019).

Dikesempatan yang sama, Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina GeothermalEnergy (SP PGE) Bagus Bramantyo menambahkan, selama ini pengembangan panas bumiterkendala masalah rendahnya harga BPP listrik dari geothermal yang dibeli PLN.

Bagus menjelaskan, dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 50 tahun 2017tentang pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik,harga jual energi dari panas bumi dirata-ratakan dan dibatasi 7,89 sen per kWh.

“Itu bagi kita kurang ekonomis,” tuturnya.

Namun, lanjut Bagus, tidak fair jika BPP dari panas bumidipukul rata dan disamakan dengan BPP dari sumber energi lainnya. Alasannya,biaya untuk pengembangan geothermal dengan membangun Pembangkit Listrik TenagaPanas Bumi (PLTP) tidaklah murah.

“Untuk pengeboran satu sumur saja biayanya US$ 8 juta, dan biasanya kitabor tiga sumur. Sementara tingkat keberhasilannya hanya 50 persen,” tandasnya.

 

Sumber: http://www.minergy-news.com/2019/10/22/fsppb-klaim-pengembangan-panas-bumi-terkendala-rendahnya-harga-bpp/

31-Oct-2019 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >

Selamat Datang

website ini telah dikunjungi

1202

kali