KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

AHOK TAK PANTAS JADI DIRUT PERTAMINA

Jakarta,MinergyNews– Pertamina adalah milik negara, Pertamina juga milik rakyat danPertamina Badan Usaha Milik Negara yang menguasai hajat hidup orang banyak.Oleh karena itu, setiap tindakan ataupun upaya-upaya yang akan menghambatakeberlangsungan serta merusak citra postif Pertamina yang telah terbangunselama ini tentu akan mendapat perlawan serius dari seluruh rakyat Indonesia.

Hal tersebut seperti yang di kemukakan oleh DirekturEksekutif IRESS, Marwan Batubara saat ditemui oleh wartawan di kantorPertamina, Jakarta, Senin (18/11).

Menurut Marwan, perombakan direksi adalah hal yangwajar. Namun itu, soal siapa yang akan menduduki jajaran direksi memerlukansebuah pertimbangan dan keberhati-hatian, karena ini menyangkut keberlangsungansebuah BUMN yang menguasai hajat hidup orang banyak.

“Jadi, kalau kita melarang saudara Basuki TjahayaPurnama alias Ahok masuk Pertamina sebagai direktur utama atau Comut Pertamina,bukan karena faktor kebencian atau rasa dendam, akan tetapi lebih karena mempertimbangkankepentingan rakyat, terutama kaitannya dengan ketahanan energi nasional,”ujarnya.

Pasalnya, tambah Marwan, Pertamina sebagai BUMNenergi telah menjalakan kinerja dengan baik. Hal ini dibuktikan bahwa PTPertamina (Persero) satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftarFortune Global 500 2019.

“Pertamina itu satu-satunya perusahaan yang masukFortune Global 500 2019. Ini sebagai sebuah bukti hasil yang dicapai oleh orangkarier-karier, orang-orang berlaterbelakang minyak. Kalau ini digantikan orangyang tiak jelas backgroundnya, ini yang kita khawatirkan. Jadi, sekali lagi,kita melarang Ahok bukan karena benci atau dendam,” tutur Marwan.

Selain itu, Marwan mengungkapkan, Ahok saat inimasih tersandung kasus korupsi yang belum digobris oleh KPK. Setidaknya ada duaalat bukti yang meyakinkan Ahok korupsi, pertama kasus Rumah Sakit Sumber Warasdan kasus reklamasi.

“Dari dua kasus diatas sudah cukup untuk alat bukti.‘Kan, minimal dua alat bukti maka kasus tersebut akan dkproses… pertama RSSumber Waras dan kedua kasus reklamasi. Alat bukti sudah lebih dri cukup Tptetap aja disebut bahwa Ahok tidak terbukti melakukan niat jahat. Ini menjadipresdien buruk ya karena saat ketangkap semua orang bisa bilang alasan bahwatidak ada niat jahat,” tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pusat KebijakanPublik (Puskepi), Faisal Basri mengatakan bahwa Ahok memiliki banyak masalah.Menurtnya, Ahok mempunyai resistensi yang tinggi di mata umta di Indonesia.

“Kalau kita bicara governance, kalau kita bicarasoal hukum, dan kalau kita bicara soal keadilan, maka masalah Ahok ada disininih. Ahok mempunayai resistensi yang tinggi di mata umat Indonesia. Jadi, bilaMenteri BUMN tetap memilih Ahok sebagai Direktur Utama Pertamina, maka ini samasaja dengan mengulangi tindakan melukai perasaan umat yang kesekian kalinya danini berpotensi menyulut kemarahan umat yang berbuntut keributan,” kata SofyanoZakaria.

Oleh karena itu, Sofyano Zakaria menghimbau sebaikPresiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan kembali rencana perobakan direksiPertamina dengan manghadirkan Ahok sebagai direktur utamanya. “Saya menghimbaukepada RI Satu, alangkah baiknya bila rencana Menteri BUMN itu diabaikan saja.Mohon dipertimbangan dengan bijak. Apalah artinya bila orang yang dianggapfigure lantas dipasakan untuk memimpin BUMN, toh, tidak mendapat simpatik malahsebaliknya memancing kekacauan,” ujar Sofyano Zakaria.

Sofyano Zakaria sependapat bahwa sebaiknyapemerintah yang dalam hal ini Menteri BUMN untuk mempertimbangkan kembalirencana perombakan direksi Pertamina dengan menghadirkan Ahok sebagai direkturutama. “Sekali lagi, ini mohoan dipetimbangkan kembali. Menjaga perasaan umatitu jauh lebih penting dari memaksakan Ahok masuk Pertamina,” tukas SofyanoZakaria.

Sumber : http://www.minergy-news.com/2019/11/18/ahok-tak-pantas-jadi-dirut-pertamina/

 

19-Nov-2019 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >

Selamat Datang

website ini telah dikunjungi

650

kali