KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

Pekerja Pertamina Tengarai Ada Manuver Mafia Migas terkait Harga Avtur

JAKARTA – Federasi Serikat Pekerja PertaminaBersatu (FSPPB) mensinyalir adanya pihak-pihak tertentu (Mafia Migas) yangberencana memanfaatkan polemik harga avtur demi kepentingan pribadi maupungolongannya. Mereka berupaya mengerdilkan peran Pertamina dalam melayanidistribusi energi di seluruh bandara seantero negeri.

“Semestinyamemperhatikan formula yang dikeluarkan Kementrian ESDM (Kepmen) ESDMNo.17/K/10/MEM/2019 tanggal 1 Februari 2019 sebelum menuding tingginya hargatersebut karena monopoli Pertamina.Berdasarkan sumber yang FSPPB miliki, hargaAvtur di Bandara Soekarno Hatta masih lebih murah dibandingkan denganbandara-bandara di luar negeri,” ujar Arie di Jakarta.

Arie menyatakanpernyataan Menteri Kordinator Kemaritiman dan Investasi serta Menteri PerhubunganKabinet Indonesia Maju 2019-2024 dinilai tidak berdasar data, dimana hanyamenggunakan tolak ukur harga jual negeri tetangga dan mengkambinghitamkantingginya harga Avtur PT Pertamina (Persero).

Dengan demikian,pernyataan Menteri Kordinator Kemaritiman dan Investigasi dan MenteriPerhubungan masih perlu di klarifikasi lebih lanjut. Karena itu, FSPPB memintaMenteri Kordinator Kemaritiman dan Investigasi dan Menteri Perhubungan untukbisa melaksanakan amanat konstitusi Pasal 33 UUD 1945 dengan mengutamakankeberlangsungan daya hidup dan kesehatan bisnis.

Arie menekankan,Pertamina merupakan badan usaha 100% milik negara yang menyokong pilar energidan perekonomian di Indonesia sesuai Nawacita dan janji Presiden RepublikIndonesia. FSPPB mendukung penuh program Pemerintah dalam mengurangi defisitmigas dan menekan impor migas.

“Kami sepakat denganpernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh Menteri BUMN yang menyatakan BUMNtidak alergi bersaing dengan swasta, dan apabila swasta yang memproduksi avturdi dalam negeri welcome saja. Yang tidak boleh cuma minta lisensi imporakhirnya nanti kami-kami yang di BUMN atau di kemenetrian, banyak ditugaskanmenekan impor migas tapi di pihak lainnya malah impor terus akhirnya kami yangdisalahkan lagi,” ujar Arie.

Keterlibatan swastaharus dari hulu ke hilir. Jangan hanya shortcut, sekadar hanya mencarikeuntungan tapi akhirnya kembali merugikan secara keseluruhan konsep yangsedang dibangun.

“Pada akhirnya, dengansegala situasi dan kondisi yang di alami saat ini diharapkan ke depan Pertaminamenjadi lebih tangguh, kuat dan dicintai oleh
seluruh rakyat Indonesia,”tandas Arie.

Harga avtur yang dijualPertamina di kawasan regional sangat bersaing. Harga Avtur September 2019 diBandara Soekarno Hatta sebesar Rp.8.658,55 per liter sedangkan di BandaraJuanda Surabaya sebesar Rp.9.585,07 per liter.
Harga tersebut, jauh lebih rendah dibandingkan Kuala Lumpur, yakni Rp9.594,29per liter, Singapura Rp10.853,95 per liter, bahkan Manila Rp12.206,00 perliter, dan di Bandara Narita Tokyo Rp14.647,20 per liter.

Komponen harga avtur diIndonesia sangat berbeda dengan Singapura karena pada avtur Pertamina terdapatkomponen PPN sebesar 10%. Selain itu, tambahnya, avtur yang dijual Pertaminamasih dibebani PPh dan Iuran BPH Migas. Pajak dan pengutan itulah yang tidakada di Singapura sehingga membuat harga BBM apapun menjadi lebih mahal. (RA)

 

Sumber : https://www.dunia-energi.com/pekerja-pertamina-tengarai-ada-manuver-mafia-migas-terkait-harga-avtur/

11-Dec-2019 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >

Selamat Datang

website ini telah dikunjungi

19871

kali