KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

FSPPB: “Karpet Merah” Untuk Pertamina Menuju Blok Rokan Tidak Gratis

Jakarta – Blok Rokan telah diputuskan Pemerintah pada 31 Juni 2018 lalu dan diserahkan kepada Pertamina mulai tanggal 9 Agustus 2021 mendatang. Namun sampai saat ini Pertamina belum mendapatkan kesempatan untuk melakukan transisi alih kelola secara layak di Blok Rokan. Sementara itu, Kementerian ESDM menyebut akan memberikan “karpet merah” untuk Pertamina di Blok Rokan.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar mengatakan ‘Karpet merah’ yang diberikan Kementerian ESDM ternyata tidak gratis bahkan harus bayar mahal.

Pihak PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang kontraknya sudah diputus hanya memberi ruang untuk masuk apabila Pertamina mengakuisisi atau membeli participating interest (PI). Pertamina juga menurutnya akan menanggung seluruh komponen liabilitas atau beban-beban biaya PT. CPI.

“Membeli participating interest dari perusahaan yang umurnya tinggal hitungan bulan bukan hal yang lazim dan menjurus tidak wajar. Jika dibeli beralih juga beban-beban biaya kepada Pertamina, dan harusnya itu masih ditanggung CPI sebelum kontraknya berakhir,” kata Arie, kepada para Wartawan,  di Jakarta, Kamis (06/02/20).

Serikat pekerja Pertamina ini juga menghitung, ada beban biaya mencapai lebih dari US$ 1,8 miliar.

“Angka tersebut jauh lebih besar dari nilai aset dan produksi sampai tahun 2021 yang diperkirakan hanya mencapai US$ 600 juta,” tuturnya.

Salah satu beban biayanya adalah terkait biaya penanganan tanah terkontaminasi minyak di wilayah operasi yang diperkirakan mencapai Rp 14 triliun. Karena ternyata masih ada sekitar 5-8 juta meter kubik tanah yang terkontaminasi minyak yang wajib dipulihkan CPI sebelum hengkang dari Blok Rokan pada tahun 2021.

“Kalau PI dibeli maka akan bersih CPI saat keluar nanti. CPI dapat keuntungan luar biasa karena sudah tidak ada lagi tanggungan terkait lingkungan,  dan Pertamina sebagai pembeli yang harus bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan,” ujar Arie.

PT CPI sebagai kontraktor lama menurut Arie juga tidak memberikan kesempatan bagi Pertamina untuk melakukan investasi, serta mendapatkan akses data produksi minyak dan gas dari Blok Rokan pada masa transisi.

“Padahal data dan upaya investasi sangat penting bagi keberlanjutan produksi Blok Rokan agar tidak anjlok pasca diambil alih Pertamina,” kata Arie.

Untuk itu ia meminta pihak SKK Migas untuk menjadi wasit sebagai perwakilan Pemerintah agar bisa menekan CPI untuk memberikan data serta memberikan kesempatan bagi Pertamina untuk mulai berinvestasi di Blok Rokan secepatnya.

“Seperti di Blok Mahakam diberikan kesempatan untuk investasi awal dan bisa akses data. Jadi pada saat alih kelola bisa langsung, tidak dari nol lagi,” terang Arie.

Untuk diketahui, produksi minyak di Blok Rokan saat diputuskan diberikan kepada Pertamina pada tahun 2018 lalu masih mencapai 211 ribu barel per hari (bph).

Arie memproyeksikan jika tanpa investasi maka pada masa akhir kontrak CPI, produksi minyak dari Blok Rokan bisa anjlok ke angka 160 ribu bph. Artinya bisa terjadi penurunan produksi minyak sebesar 51 ribu bph.

“Kondisi itu berbahaya bagi ketahanan energi bangsa, karena untuk menutupi kekurangan akibat penurunan produksi itu Pemerintah harus impor minyak, padahal Presiden Jokowi sudah memerintahkan untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan dengan mengurangi impor,” pungkas Arie. ***(Lenteranews/teks & foto: Won).

 

Sumber : http://lenteranews.id/karpet-merah-untuk-pertamina-menuju-blok-rokan-tidak-gratis/

07-Feb-2020 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >

Selamat Datang

website ini telah dikunjungi

40847

kali