KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

Meski Keuangan “Berdarah-darah”, Pertamina Tak Akan PHK Karyawan

reportaserakyat.com – Jakarta, Takbisa dipungkiri pandemi Covid-19 saat ini membawa pengaruh terhadap berbagaibadan usaha. Salah satu badan usaha yang ikut terdampak adalah PT Pertamina.Produksi dan permintaan BBM juga ikut menurun.

Demikian disebutkan oleh ArieGumelar, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) saat mengadakanlive streaming di kanal Youtube Saiful Muhijab bertema ” Apa Kabar EnergiBangsa di Tengah Pandemi?” pada hari Kamis (30/4/2020).

Arie menyebutkan, “Kondisi energi didunia akibat dampak dari pandemi covid-19 sangat luar biasa. Banyak negara yanglakukan lockdown dan mengisolasi wilayahnya. Sehingga perekonomian mandek.Dampak yang paling signifikan ini di sektor energi dengan terjadinya overproduksi bahan bakar minyak.”

Untuk ke hulunya, crude oil yangberlimpah mulai awal Januari sampai April permintaan menurun sehingga harga punikut merosot hingga US$ 20/barel, sambungnya.

“Kondisi itu tentunya menimbulkangejolak di sektor industri migas dan sudah ada perusahaan migas yang kolaps.Akibatnya juga, AS, Rusia dan negara-negara OPEC sepakat menurunkan produksi,”katanya.

Untuk di Indonesia sendiri pandemiCovid 19 juga sama menurunkan permintaan BBM di masyarakat menurun sangatsignifikan. Bandara-bandara di Indonesia juga banyak yang sudah tutup untukmelayani penerbangan domestik. Masyarakat pun dengan adanya Pembatasan SosialBerskala Besar tidak diijinkan untuk melakukan perjalanan ke luar negeriataupun ke lokasi-lokasi wisata.

“Untuk permintaan avtur sajamisalnya terjadi penurunan signifikan hampir mencapai 50 persen. Untuktransportasi darat juga sama ada penurunan permintaan sampai 40 persen,” jelasArie.

Akibat penurunan permintaan itu,stok migas nasional semakin banyak dan tangki-tangki juga penuh.

“Jadi kalau bicara soal ketahananenergi saat ini, Indonesia punya ketahanan suplai yang luar biasa banyak. UntukBBM yang biasanya stok hanya untuk 21 hari, sekarang bisa sampai 41 hari.Bahkan untuk avtur stoknya sampai 110 hari. Namun demikian hal ini juga jadibeban biaya inventori,” beber Arie.

Dampak Covid 19 juga terkena untukpemerintah karena penurunan harga Indonesia Crude Price. Sehingga pendapatanpemerintah untuk APBN di sektor migas juga menurun, imbuhnya.

Sementara untuk kondisi di Pertaminasaat ini dengan adanya wabah Covid 19 juga ikut terdampak. Pertamina terkenatriple shocking. Pertama, ketika ICP turun maka pendapatan Pertamina di hulujuga menurun. Selain itu Pertamina juga tidak boleh melakukan penguranganpegawai atau PHK. Sehingga Pertamina harus melakukan efisiensi dari sisi lain.

Shocking kedua menurut Arie adalahmelemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Pelemahan rupiah berdampakterhadap arus keuangan Pertamina. Sebab Pertamina saat belanja minyakmenggunakan dolar tetapi saat penjualan menggunakan rupiah. “Jadi semakinmelemah nilai rupiah, semakin tergerus keuangan Pertamina,” sebut Arie.

Untuk shocking ketiga kata Arieadalah penurunan permintaan BBM di hilir. Ini terjadi karena adanya penerapanPSBB di masyarakat.

Dengan kondisi seperti ini kataArie, “Efisiensi yang dilakukan Pertamina mulai dari pengurangan biayaoperasional sampai dengan biaya investasi. Pertamina harus mulai memilih danmemilah investasi mana saja yang tetap bisa dijalankan dan investasi mana yangharus ditunda.”

Selain itu Arie juga menyebutkan,“Arus keuangan Pertamina juga berdarah-darah, tapi Pertamina harus tetap eksis.Karena tidak mungkin pihak selain Pertamina bisa melayani sampai pelosoknegeri.” (Dod)

Sumber :https://reportaserakyat.com/umum/meski-keuangan-berdarah-darah-pertamina-tak-akan-phk-karyawan/

01-May-2020 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >

Selamat Datang

website ini telah dikunjungi

23352

kali