KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

Siasati Pandemi, Ini Bukti Bakti Pekerja Pertamina Bagi Negeri

“Ini harus dilakukan demi tetap berjalannya aktivitas ekonomi sehingga dampaknya tidak semakin memperburuk keadaan,” ucap Arie Gumilar, Presiden FSPPB, dalam silaturahim serta diskusi virtual bersama awak media, pada malam takbiran jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Sabtu (23/5/2020).

Dikatakan Arie, pandemi korona yang terjadi saat ini memang sangat mempengaruhi kinerja Pertamina. Diperkirakan pendapatan Pertamina turun karena permintaan pasar atas produk Pertamina melemah hingga 40 persen.

"Kebutuhan pasar anjlok sehingga Pertamina banyak menanggung beban storage dan pendapatan menurun. Bahkan Pertamina terkena triple shock, yang pertama harga crude jatuh, nilai tukar rupiah melemah sebagai dampak dari tidak stabilnya ekonomi global dan juga penurunan pendapatan,” beber Arie.


Kendati tertekan, FSPPB menjamin bahwa pekerja Pertamina sebagai ujung tombak dari penyediaan energi nasional tetap akan bekerja sepenuhnya demi terjaganya pasokan energi bagi negeri, termasuk dengan bekerja dengan serius dari rumah alias Work From Home. 

Arie pun bercerita, bahwa sampai saat ini sudah ada sekitar 21 pekerja Pertamina group yang terpapar COVID-19. Arie berharap mereka dapat segera diberikan kesembuhan sehingga bisa beraktivitas normal kembali seperti biasa. “Kita berharap tentunya pandemi ini bisa segera berakhir sehingga kehidupan dan aktifitas ekonomi masyarakat memasuki era baru (new normal),” lanjutnya.

Pihak FSPPB sendiri mengaku siap menjalankan skenario new normal yang dicanangkan Kementerian BUMN. Kesiapan itu merupakan bentuk tanggung jawab pekerja Pertamina sebagai salah satu pilar penopang kedaulatan energi nasional.

Namun begitu, tetap ada hal prinsip yang tetap wajib diperhatikan manajemen jika ingin menerapkan new normal. Yakni jaminan keselamatan dan kesehatan (HSE) selama bekerja merupakan harga mati. “Tentunya dengan pekerjaan yang harus menjamin bahwa pekerja ini terlindungi walaupun harus menjalankan new normal,” jelasnya.

Selain memastikan kinerja penyediaan energi tetap berjalan, FSPPB juga menyatakan bahwa pekerja Pertamina tetap berkomitmen untuk terus membantu berbagai elemen masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. 

Sebagai contoh, FSPBB sudah menyalurkan donasi kepada beberapa rumah sakit berupa alat kesehatan (alkses) penunjang tenaga medis dalam menangani pasien wabah korona. Kemudian juga telah menyalurkan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan hand sanitizer serta paket sembako ke berbagai masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah di Indonesia termasuk kepada mitra kerja FSPBB seperti awak media.


Dijelaskan Arie bahwa hingga saat ini pihaknya sudah berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp730 juta dan hampir seluruhnya sudah tersalurkan. Donasi tersebut berasal dari sumbangan para pekerja Pertamina grup di seluruh Indonesia yang dikoordinasi oleh serikat pekerja. Ditegaskannya aksi sosial seperti pemberian bantuan alkes, paket sembako dan lainnya tidak akan berhenti sampai di sini.

“Yang terkumpul lebih dari Rp730 juta, semua disalurkan tahap pertama dalam bentuk alkes seperti APD, masker, hand sanitizer, fasilitas cuci tangan portabel lebih dari 200 unit kita pasang. Bahkan beberapa SP (serikat pekerja) juga melakukan hal yang sama menggalang dana untuk disalurkan ke daerah setempat,” terangnya.

Arie meyakinkan bahwa pihaknya akan terus menggalang donasi dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Bahkan apabila diperlukan bentuk bantuan nantinya tidak terfokus pada bentuk materi saja melainkan pelatihan keterampilan agar bisa menopang ekonomi masyarakat. RH

Sumber : http://www.ogindonesia.com/2020/05/siasati-pandemi-ini-bukti-bakti-pekerja.html

25-May-2020 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >

Selamat Datang

website ini telah dikunjungi

3204

kali