KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

Rapat Umum Pekerja Pertamina (RUPP) - Blok Mahakam Harus Milik Pertiwi

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mendesak pemerintah menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam 100 % kepada Pertamina. Dalam Rapat Umum Pekerja Pertamina bertema “Gawat Darurat Blok Mahakam”, Rapat umum Pekerja Pertamina yang digelar di lobby Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina, pada (18/3), dihadiri sekitar 300 pekerja dan di-relay unit operasi dan bisnis Pertamina di seluruh Indonesia. Acara diisi dengan orasi serta penyampaian aspirasi pekerja tentang Blok Mahakam. Mereka berharap agar Blok Mahakam kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, untuk mendorong ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Presiden FSPPB Eko Wahyu Laksmono, yang memimpin Rapat Umum tersebut membacakan Deklarasi Pekerja Peduli Pertamina. “Blok Mahakam 100 % ke Pertamina, Now or Never,” ungkap Eko menggarisbawahi inti dalam deklarasi tersebut.
Kegiatan juga dihadiri Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, yang berbaur dengan pekerja dan mengenakan ikat kepala bertuliskan “Pertamina Diganggu, Pekerja Bersatu”. Dalam arahannya, Dwi memberikan penekanan pada dua hal. Pertama, keberlangsungan produksi Blok Mahakam, agar kelak saat dikelola Pertamina tidak turun, sehingga perlu adanya masa transisi yang perlu dilakukan. Kedua, jangan sampai informasi tentang pengelolaan Blok Mahakam hilang begitu saja, sehingga perlu dilakukan upaya peralihan yang smooth. “Blok Mahakam is owned direct stat of Republic Indonesia,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya, Ugan Gandar selaku penasehat FSPPB juga menyampaikan hal yang sama. “Asing boleh saja melakukan kerja sama, tapi harus ikuti aturan hukum yang ada di Indonesia.
Sudah saatnya nasionalisasi Migas dan jangan abaikan kemampuan anak bangsa yang ada di Pertamina,” tegas Ugan saat konferensi pers di Gedung Blok Mahakam Harus Milik Pertiwi Sekretariat FSPPB : Kantor Pusat Pertamina, Jl. Perwira 2-4 (R. 139) Jakarta 10110 • Telepon (021) 3815413 - 3815873 • Faksimili (021) 3816034 • Email : www.fsppb.or.id Res olusi Siner gi BUMN Ener gi Untuk NEGERI Kami Serikat Pekerja BUMN Bidang Energi sebagai garda terdepan dalam bidang energi, terdiri dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (SP-PLN), Serikat Pekerja Perusahaan Gas Negara (SP-PGN) berpendapat bahwa pengelolaan Blok Mahakam merupakan salah satu upaya menciptakan kedaulatan energi menuju kedaulatan negara, sesuai dengan tiga konsep pembangunan Indonesia, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, dan memperhatikan situasi yang berkembang, maka kami menuntut :
1. Presiden Republik Indonesia, Yang Mulia Bapak Ir.
H. Joko Widodo segera memutuskan Pengelolaan Blok Mahakam diserahkan 100% kepada Pertamina.
2. Penunjukan Pertamina sebagai pengelola dan operator lebih awal (Mid-2015) dalam rangka transisi (shadowing) untuk tetap mempertahankan dan upaya meningkatkan produksi Migas Blok Mahakam dalam menunjang Kedaulatan Energi bidang kelistrikan,
pupuk, industri, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga dalam rangka meningkatkan perekonomian bangsa.
3. Pemerintah untuk segera secara paralel membangun infrastruktur pipa gas dalam skala besar dan masif yang terintegrasi secara nasional dengan menugaskan Pertamina dan PGN untuk menunjang pemanfaatan gas bagi domestik dari Blok Mahakam secara optimal di tahun 2017. DPR RI, Selasa (17/3).
Senada dengan hal itu, Faisal Yusra, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Minyak dan Gas mengatakan, tim Transisi Kementerian
ESDM harus terlibat dalam Blok Mahakam agar tidak terjadi penyimpangan oleh pihak asing. Tak hanya itu, ia mengungkapkan hal
ini sudah disepakati oleh pekerja Migas. Termasuk pekerja Total dalam petisinya di Balikpapan bahwa mereka siap menjadi bagian dari Pertamina yang merupakan satusatunya perusahaan yang harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.•
27-Jun-2015 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
Ibnu Wibisono
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >