KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

FSPPB Akan Gelar Aksi Lebih Besar, Jika Saham PGE Diserahkan Ke PLN

Ratusan Karyawan yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menggelar aksi damai di halaman Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (10/11/2016). Aksi tersebut terkait saham PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) di PT Pertamina (Persero) akan diserahkan ke PT PLN (Persero). Tim anggota FSPPB berencana akan menggelar aksi kembali yang lebih besar mencapai ribuan karyawan jika komitmen Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno terkait saham PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) benar diserahkan ke PT PLN (Persero).


“Lihat kondisi dalam minggu-minggu ini. Kita akan coba bertemu untuk membahas soal saham Pertamina di PGE. Kalau hasilnya positif, mungkin tidak besar. Tapi kalau hasilnya tidak sesuai maka akan kita rancang dengan jumlah yang lebih besar lagi,” kata Penasehat FSPPB, Ugan Suganda di kantor Pusat PT Pertamina, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Menurut Ugan, jumlah yang akan turun lebih besar karena pihaknya telah berdiskusi dengan berbagai elemen serikat pekerja dan menyatakan siap ikut terlibat dalam aksi menuntut saham PGE tidak diserahkan kepada siapapun termasuk PLN. Mereka siap membantu FSPPB karena hal tersebut bukan menyangkut Pertamina saja tapi juga energi untuk masyarakat lainnya.


“Makanya kita harapkan ada komunikasi. Ini harus dikawal kerena bukan PGE saja tapi juga CPU yang akan diserahkan ke pihak lain,” paparnya.Ugan menegaskan, pihaknya menolak penyerahan saham PGE bukan untuk menghancurkan negara tapi ingin
menyelamatkan negara. Karena selama ini urusan pengeboran dan eksplorasi adalah Pertamina yang paling hebat. Apalagi saat ini PGE sedang melakukan eksplorasi 12 WKP. Jika hal tersebut diganggu maka bisa mengganggu proses eksploitasi.

“Soal turunnya kapan lihat saja nanti,” tegasnya.


Sementara itu Presiden FSPPB Noviandri mengatakan, aksi yang digelar kali ini berhasil berdialog dengan Menteri BUMN Rini Soemarno, bukan berarti persoalan selesai. Apalagi jawaban yang diberikan Rini Soemarno sangat normatif dan tidak menyentuh persoalan yang dihadapi PGE. Tersirat dari pernyataan Menteri BUMN bahwa Pertamina tidak 100 persen memiliki saham di PGE.

“Semua menteri juga ingin berkontiribusi kepada negara. Makanya ini penting Ibu Menteri mau menemui kita karena tanpa ada gerakan ini maka kami diabaikan,” paparnya.

Usai di demo sekitar ratusan anggota FSPPB, Menteri BUMN Rini Soemarno akhirnya mau berdialog dengan perwakilan anggota FSPPB. Rini mengatakan, urusan pengeboran sumur yang paling baik adalah milik Pertamina atau PGE. Namun harus diingat bahwa sumur-sumur yang dibor oleh PGE itu berupa uap dan yang memiliki peralatan untuk memanfaatkan uap tersebut adalah PLN. Oleh karena itu kerjasama harus dilakukan.

“Yang mengelola sumur berupa uap, minyak dan gas adalah hak Pertamina. Tolong komunikasi yang baik, karena PLN, Bank Mandiri dan Pertamina adalah anak saya. Jadi mari sama-sama berjalan agar mandiri dan Pertamina jaya,” jelasnya. (TIP/RED)


Sumber : http://jakarta24jam.com

23-Nov-2016 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
Ibnu Wibisono
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >