KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

Gaet Asing Di Kilang Cilacap, Keputusan Pertamina Tidak Tepat

Joint venture antara PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan migas asal Arab Saudi, Saudi Aramco  dalam pembangunan kilang Cilacap dinilai sebagai bentuk liberalisasi baru di sektor hilir migas.

Selain itu, joint venture pada pada kilang minyak yang sudah beroperasi seperti kilang Refinery Unit IV Cilacap, dikhawatirkan akan mempengaruhi kinerja  Pertamina. Padahal di satu sisi, pengembangan kilang BBM termodern itu bisa dilakukan dengan skema lain yang tidak membahayakan perseroan.

Sekjen Federasi Serikat Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar mengatakan, model joint venture (JV) adalah bentuk unbundling untuk melemahkan Pertamina. Ini seperti yang telah dilakukan World Bank dalam Letter of Intent antara Indonesia dengan IMF pada tahun 2000-an lalu, dimana seluruh bisnis hulu dipisahkan dari Pertamina dan menjadi anak usaha dengan kendali yang tidak sepenuhnya di tangan Pertamina.

"Sekarang pengolahan ini sudah terintegrasi betul di bawah kendalinya Pertamina. Tetapi dengan masuknya Joint Venture, maka Cilacap nanti bukan lagi Pertamina RU IV, tetapi sudah jadi perusahaan gabungan. Jadi ini sudah entitas yang berbeda, inilah yang kami sebutkan dengan unbundling," kata Arie dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina, Selasa (27/12).

Dalam kesempatan yang sama, Presiden FSPPB, Noviandri mengatakan, untuk mengembangan kilang dengan nilai investasi yang mencapai USD 5,3 miliar, sebenarnya bisa dilakukan sendiri oleh PT Pertamina. Kebutuhan investasi yang besar itu tidak bisa dijadikan alasan bagi direksi Pertamina untuk melakukan JV dengan Saudi Aramco. Pertamina, kata dia, seharusnya mencari sumber keuangan lain seperti melalui pinjaman atau penerbitan Global Bond yang sifatnya lebih terukur.

"Jika JV ini tetap dilaksanakan, dengan pembagian saham 45 persen oleh Saudi Aramco dan 55 persen oleh Pertamina. Dengan kondisi tersebut, sampai kapanpun mereka (Aramco) akan terlibat di sana sepanjang kilang itu masih beroperasi. Karena dalam kerja sama JV ini tidak ada terminasi, berbeda kalau kita laksanakan untuk kegiatan-kegiatan hulu. Sementara kalau kita melakukan project finansial langsung dengan menerbitkan global Bond atau utang kepada Bank, itu lebih memungkinkan karena ada batas waktunya. Begitu lunas, sudah mendapatkan seutuhnya," kata Noviandri.

Kerugian lain dengan skema JV, sebut Noviandri, adalah hasil produksi dari kilang yang harus dibagi dengan pihak asing. Atau dengan kata lain, selama JV berlangsung, maka Pertamina harus membagi hasil eksplorasi dan pengembangan produk minyak dan gas dengan Aramco. Akibatnya sulit bagi Pertamina untuk bisa mengumpulkan modal untuk pengembangan kilang lainnya di wilayah Indonesia.

Selain itu, masih Novriandi, secara bertahap sangat dimungkinkan jika kilang Cilacap akan mudah dikuasai asing. JV itu juga disebutnya hanya akan melemahkan Pertamina yang pada akhirnya stabilitas BUMN migas ini akan terganggu. Dia berharap direksi Pertamina dan Kementerian BUMN dapat membuka mata atas fakta yang akan terjadi dikemudian hari.

"Kita harap pada (Kementerian) BUMN agar JV ini tidak diteruskan atau dibatalkan. Kilang Eksisting jangan di JV kan tapi silahkan yang di grassroot saja pada kilang lain yang baru akan dibangun," tuturnya.

Noviandri menyatakan pihaknya akan terus melakukan upaya dialog dengan jajaran direksi agar tuntutan mereka dapat dipenuhi. Namun jika nantinya JV kilang Cilacap tersebut masih terus dilanjutkan, Novriandi mengaku akan melakukan aksi lebih besar lagi untuk menolak skema  itu. Bahkan pihaknya akan menyurati Saudi Aramco bahwa JV tersebut sama sekali tidak memberikan manfaat bagi negara dan seluruh serikat pekerja menolaknya.

"Karakteristik dari serikat pekerja selalu menolak dengan alasan operasional, itu yang akan kita sampaikan. Kita juga akan bikin surat ke Aramco bahwa JV ini tidak didukung oleh serikat, mereka tidak terbiasa kerja dengan ada gangguan. sebelum itu dilaksanakan, kita lakukan pembicaraan lebih panjang dan berkirim surat ke stake holder," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) telah melakukan kesepakatan untuk melakukan upaya pengembangan kilang minyak (Refinery Development Master Plan / RDMP) di Kilang Cilacap bersama Saudi Aramco dengan skema joint venture (JV).

Kerjasama ini diklaim dapat mendorong Kilang Cilacap bisa meningkatkan produksinya. Selain itu, skema JV tersebut juga dimaksudkan untuk membagi resiko antara PT Pertamina dengan Saudi Aramco pada saat melakukan pengembangan. Bahkan Pertamina juga dipastikan bakal mendapat pasokan bahan baku minyak dari Aramco jika JV tetap dilaksanakan.

Sumber : https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Gaet_Asing_Di_Kilang_Cilacap__Keputusan_Pertamina_Tidak_Tepat&level2=newsandopinion&id=4735475&img=level1_topnews_5&urlImage=Kilang%20Minyak.jpg#.WHMDWhK7rIV
09-Jan-2017 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
Ibnu Wibisono
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >