KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

Ada Apa Dengan Pertamina Shipping?

Jakarta—Alih-alih menjadikan sebagai perusahaan pelayaran kelas dunia, Pertamina Shipping yang merupakan unit PT Pertamina (Persero) malah dipecah-pecah.

Hal itu bermula, ketika pada Jumat (23/12) lalu, telah ditandatangani pembentukan anak perusahaan shipping yaitu PT Pertamina International Shipping.  Padahal Pertamina telah memiliki anak usaha di bidang pelayaran, yaitu PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).

Menurut Ketua Umum Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA Pertamina) Sofyani Faisol, penandatanganan pembentukan anak usaha baru itu telah merusak usaha Pertamina Shipping menjadi Pelayaran Kelas Dunia.

“Di saat Pertamina Shipping sedang berbenah diri dengan mendatangkan atau membuat kapal baru dengan teknologi kelas dunia dan diawaki dengan crew kapal anak negeri sendiri yang memiliki kompetensi kelas dunia, Pertamina Shipping malah dipecah dengan pembentukan anak perusahaan baru.  Padahal Pertamina sudah punya anak usaha yang bergerak di bidang pelayaran, yaitu PTK,” kata Sofyani Faisol, Selasa (27/12) di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, sejak lebih 55 tahun lalu, tugas pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) nasional telah dijalankan dengan baik oleh Pertamina melalui Pertamina Shipping.  Dengan armada yang ada, pendistribusian BBM dilakukan tak hanya di daerah atau pelabuhan besar tetapi juga ke daerah atau pelabuhan terpencil (remote) seperti di Tual, Kaimana, Natuna, Waingapu, dan lain-lain.  Semua dilakukan dengan memenuhi standar internasional.

Pada tahun 1990, Pertamina Shipping sempat memiliki 200 armada kapal milik sendiri di bawah naungan Direktorat PKK (Perkapalan, Komunikasi dan Kebandaraan).  Saat ini, Pertamina Shipping yang berada di sebuah divisi di bawah Direktorat Pemasaran memiliki 67 armada kapal milik sendiri dan lebih dari 200 armada kapal charter.

Sofyan Faisol menilai, dengan pembentukan anak usaha baru, yaitu PT Pertamina International Shipping, ini bisa menjadi embrio melanggengkan masuknya Shipping Manajemen di dalam tubuh anak perusahaan Pertamina Shipping tersebut.  Padahal pada tahun 2008 sampai dengan 2011, Pertamina pernah menyerahkan setengah kapal miliknya untuk dimanajemenkan oleh perusahaan Shipping Manajemen yaitu OSM Ship Management.

“Alhasil kapal-kapal yang diserahkan tersebut kembali ke Pertamina dalam kondisi yang tidak lebih baik dan sangat memprihatinkan saat diserahkan.  Bahkan sebagian kapal mangkrak tak dapat dioperasikan.  Selain itu, budaya Fraud penyalahgunaan serah terima BBM seolah-olah menjadi budaya yang pasti terdapat di kapal-kapal yang diserahkan sehingga berimbas pada culture budaya pengabdian menjadi culture budaya maling,” tegas Sofyan Faisol.

Evaluasi Kinerja Menteri BUMN

Dengan kondisi ini, Sofyan Faisol menegaskan, pihaknya mendesak Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kinerja Menteri BUMN.  Sebab sebelumnya, melalui Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN pada tanggal 4 Desember 2015 di kantornya menyatakan, “Pembentukan Anak Perusahaan Shipping bukanlah hal yang urgent”.

Namun kenyataannya, bukannya memperkuat Pertamina Shipping dengan mengembalikan seperti semula yaitu sebagai Direktorat malahan dipecah-pecah.

“Untuk itu, kami juga meminta Menteri BUMN agar menghentikan semua proses pembentukan Anak Perusahaan Shipping sebelum Pertamina Shipping dijadikan sebagai Direktorat,” katanya.

SP FKPPA juga meminta kepada seluruh pihak terkait pembentukan Anak Perusahaan Shipping supaya dapat mengedepankan komitmen untuk bermitra secara baik dan harmonis kepada Serikat Pekerja sehingga kesepakatan yang telah dibuat tidak diingkari secara sepihak.


Sumber : http://siar.com/ada-apa-dengan-pertamina-shipping/

09-Jan-2017 00:00:00
Dikirim Oleh : Administrator
SUARA AKTIVIS
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
Ibnu Wibisono
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >