KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)

Polri Temukan Unsur Pidana Kasus Kebakaran Kilang Balongan, Ini Kata Pekerja Pertamina

TRIBUNBANTEN.COM - Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSSPB), Arie Gumilar, meminta Polri objektif menangani insiden terbakarnya kilang minyak PT Pertamina RU VI, Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.


Pihaknya menjunjung tinggi hukum positif yang berlaku di Indonesia. Namun, pihaknya meminta penanganan perkara dilakukan seadil-adilnya mengutamakan asas praduga tidak bersalah.


"Hal ini penting kami sampaikan agar pekerja bisa kembali fokus kepada tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya," kata dia, dalam keterangannya, Senin (26/4/2021).


Pernyataan itu disampaikan menanggapi ditingkatnya menjadi penyidikan kasus kebakaran di kilang minyak PT Pertamina RU VI, Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.


Berdasarkan hasil investigasi itu, penyidik menemukan adanya tindak pidana dalam kasus kebakaran pada 29 Maret lalu itu.


Peningkatan status penanganan perkara itu dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan aparat kepolisian pada tanggal 16 April kemarin.


Terkait adanya pernyataan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menyatakan telah menemukan adanya unsur pidana terhadap kasus ini dan menaikkan statusnya ke tahap penyidikan, FSPPB berharap semua pihak dapat menahan diri dalam mengeluarkan statemennya dan menghormati proses hukum yang berjalan.


Menurut dia, saat ini Pertamina masih fokus terhadap penangananan dan dampak akibat peristiwa tersebut.


"Dikhawatirkan, pecahnya konsentrasi Pekerja kami di lapangan dan mengakibatkan timbulnya resiko kerja yang sama-sama tidak kita inginkan," ujarnya.



Sumber : https://banten.tribunnews.com/2021/04/27/polri-temukan-unsur-pidana-kasus-kebakaran-kilang-balongan-ini-kata-pekerja-pertamina

01-May-2021 00:00:00
Dikirim Oleh : Adminsitrator
SUARA AKTIVIS
Marcellus Hakeng Jayawibawa
10-Apr-2021 11:53:34
Selamat menjalankan amanah Sebagai Presiden FSPPB yang baru ya Bang ...
Readmore
-
Bambang RH
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
Rinson Gultom
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
Adriwal
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
Abdul Halim
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >

Selamat Datang

website ini telah dikunjungi

2566

kali